Pages

Saturday, April 20, 2013

Firqah-Firqah Dalam Islam



Dalam sejarah Islam telah tercatat adanya firqah-firqah (golongan-golongan) di dlingkungan ummat Islam , yang antara satu sama yang lainnya bertentangan fahamnya secara tajam yang sulit untuk diperdamaikan, apaalgi utnuk dipersatukan .
 
Hal ini sudah menjadi fakta dalam sejarah yang tidak bisa dirobah lagi, dan sudah menjadi ilmu pengetahuan yang termaktub dalam kitab-kitab agama, terutama dalam kitab-kitab ushuludin.
 
Barangsiapa yang membaca kitab-kitab Ushuluddin akan menjumpai di dalamnya perkataan-perkatan : Syia’ah, Khawarij, Mu’tazilah, Qodariyah, Jabariyah, Ajlusunnah wal Jamaah (sunny) Mujassimah, Bahaiyah, Ahmadiyah, Wahabiyah dan lain-lain sebagainya.
Umat Islam , khusunya yang berpengetahuan agama tidak heran melihat dan membaca hal ini, karena Nabi Muhammad SAW sudah juga mengabarkan pada masa hidup beliau.
Banyak terdapat hadits-hadits yang bertalian dengan akan adanya firqah-firqah yang berselisihan faham dalam lingkungan ummat Islam .
Di antara hadis-hadis itu adalah :
Kesatu :
 
Bersabda Nabi Muhammad SAW :
Artinya : “Maka bahwasannya siapa yang hidup (lama) di antarmu niscaya akan melihat perselisihan(faham) yang banyak. Ketika itu pegang teguhlah Sunnahku dan Sunnah Khalifah Rasyidin yang diberi Hidayah. Pegang teguhlah itu dan gigitlah dengan gigi gerahammu” (Hadis Riwayat Imam Abu Dawud dll. Lihat Sunan Abu Dawud Juz IV, pagina 201)
 
Kedua
 
Nabi Muhammad SAW bersabda :
Artinya: “ Akan ada di lingkungan umatku 30 orang yang mendawahkan bahwa ia nabi, Saya adalah Nabi penutup, tidak ada lagi nabi sesudahku (H.R. Tirmidzi. Lihat Sohih Tirmidzi juzu’9 pagina 63)
 
Ketiga
 
Bersabda Nabi Muhammad SAW :
Artinya: “ Akan keluar suatu kaum akhir jaman, orang-orang muda berfaham jelek. Mereka banyak mengeluarkan perkatan”khaeril Bariyah”(maksudnya firman-firman Allha yang dibawa oleh Nabi). Iman mereka tidak melampaui kerongkongan mereka. Mereka keluar dari agama sebagai meluncurnya anak panah dari busurnya. Kalau orang-orang ini berjumpa dengan mu lawanlah mereka” (Hadis Sahih riwayat Imam Bukhari.Lihat Fathul Bari Juzu XV. Pagina 315)
Terang dalam hadis ini bahwa ka nada (menurut nabi) sekumpulan orang-orang muda yang sok aksi mengeluarkan fatwa agama berdasar Quran dan Hadis, tetapi keimanan mereka tipis sekali dan bahkan keimanannya keluar dari dirinya secepat keluarnya anak panah dari busurnya.
Maksudnya ialah bahwa mereka banyak ngomong hadis-hadis dan Quran, tetapi mereka tidak beragama, tidak sembahyang, tidak puasa dan tidak menjalankan tuntutan agama.
 
Keempat
 
Bersabda Nabi Muhammad SAW :
Artinya: “ ada dua firqah dari umatku yang pada hakikatnya mereka tidak ada sangkut paut dengan Islam, yaitu kaum Murjiah dan kaum Qodariyah” (Hadis Riwayat Imam Tirmidzi. Lihat Sahih Tirmidzi juzu’ VIII pagina 316)
 
Kelima
 
Bersabda Nabi Muhammad SAW : Artinya : Dari Hudzaifah Rda. Beliau berkata: Bersabda Rasulallah Saw. : BAgi tiap-tiap ummat ada majusinya, dan majusi ummat ku ialah orang yang mengingkari takdir. Kalau mereka mati jg dihadiri pemakamannya dan kalau mereka sakit jangan dijenguk. Mereka adalah kelompok dajjal. Memang Tuahan berhak untuk memasukkan mereka ke dalam kelompok dajjal(HR. Abu Daud. Sunan Abu Daud Juz IV hal. 222)
 
Keenam
 
Tersebut dalam kitab hadis begini :
Artinya: “Dari Abu Hurairah Rda. Beliau berkat, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: “Telah berfirqah-firqah orang Yahudi atas 71 firqah dan orang nashara seperti itu pula dan akan berfirqah ummatku atas 73 firqah”(HR. Imam Tirmidzi juz X ,pagina 109).
 
Ketujuh
 
Bersabda Nabi Muhammad SAW :
Artinya : “Bahwasannya Bani Israil telah berfirqah-firqah sebanyak 72 millah(firqah) dan akan berfirqah ummatku sebanyak 73 firqah, semuanya masuk neraka kecuali satu”. Sahabat-sahabat yang mendengar ucapan ini bertanya:”Siapakah yang satu itu Ya Rasulallah?” Nabi Muhammad SAW menjawab:”Yang satu itu ialah orang yang berpegang (beritiqad) sebagai peganganku(itiqadku) dan pegangan sahabat-sahabatku” (Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, lihat Sahih Tirmidzi juz X pagina 109).
 
Kedelapan
 
Tersebut dalam kitab Thabrani, bahwa NAbi Bersabda :
Artinya: Demi Tuhan yang memegang jiwa Muhammad di tangan-Nya, akan berfirqah ummatku sebanyak 73 firqah; yang satu masuk sorga dan yang lain masuk neraka”. Bertanya para sahabat: “ siapakah firqah (yang tidak masuk neraka) Ya Rasulallah ?” Nabi menjawab :” Ahlussunnah wal Jama’ah”. (Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Thabrani)
 
Kesembilan
 
Bersabda Nabi Muhammad SAW
Artinya : “ Akan ada segolongan dari ummatku yang tetap atas kebenaran, sampai hari kiamat dan mereka tetap atas kebenaran itu “. (Hadis Sahih Riwayat Bukhari, lihat Fathul Bari juz XVII, pagina 56)
 
Melihat hadis-hadis sohih di atas dapat diambil kesimpulan :
 
1.       Nabi Muhammad SAW mengabarkan sesuatu yang akan terjadi dalam lingkungan ummat Islam secara mu’jizat, yaitu mengabarkan hal-hal yang akan terjadi. Kabar ini tentu diterima beliau dai Allah SWT.
2.       Sesudah Nabi Muhammad SAW wafat akan ada perselisihan faham yang banyak, sampai 73 faham (itiqad)
3.       Ada segolongan orang-orang muda pada akhir zaman yang sok aksi mengeluarkan dalil-dalil dari Al-Quran , tetapi keimanannya tidak melewati kerongkongan.
4.       Ada 2 golongan yang tidak ada sangkutpaut dengan Islam , yaitu kaum Murjiah dan Qadariyah.
5.       Ada 30 orang pembohong yang akan mendakwakan bahwa ia Nabi, padahal tidak aka nada nabi lagi sesudah Nabi Muhammad SAW . Dan orang-orang Khawarij yang paling jahat.
6.       Dia antara yang 73 golongan (firqah) itu ada satu yang benar, yaitu golongan kaum ahlussunnah wal Jamaah yang selalu berpegang teguh pada Sunnah Nabi dan Sunnah Khalifah Rasyidin.
7.       Mereka ini akan selalu mempertahankan kebenaran itiqadnya sampai hari kiamat.
Dan sekarang, barang siapa yang meneliti sejarah perkembangan Islam dari abd-abad pertama, kedua dan ketiga dan sampai kepada jaman kita sekarang, apa yang dikatakan oleh Nabi Muhammad SAW sudah nyata kebenarannya.
Tersebut dalam Kitab Bugyatul Mustarsyidin, karangan Mufti Syaih Sayid Abdurrahman bin Muhammad bin Husain bin Umar, yang dimasyhurkan dengan gelar Ba’Alawi, pada pagina 398, cetakan Marthba’ah Amin Abdul Majid Cairo (1381 H.), bahwa 72 firqah yang sesat itu berpokok pada 7 firqah, yaitu :
1.       Kaum Syiah, kaum yang berlebih-lebihan memuja Sayidina Ali Karamallahu wajhahu. Mereka tidak mengakui Kalifah-khalifah Abu Bakar, Umar dan Usman Rda. Kaum Syiah kemudian pecah menjadi 22 aliran.
2.       Kaum Khawarij, yaitu kaum yang berlebih-lebihan membenci Sayyidina Ali Karamallahu wajhahu, bahkan ada di antaranya yang mengkafirkan Sayidina Ali Kw. Firqah ini berfatwa bahwa orang-orang yang berbuat dosa besar menjadi kafir. Kaum Khawarij kemudian pecah menjadi 20 aliran.
3.       Kaum Mu’tazilah, yaitu kaum yang berfaham bahwa Tuhan tidak mempunyai sifat, bahwa manusia membuat pekerjaannya sendiri, bahwa Tuhan tidak bisa dilihat dengan mata di sorga, bahwa orang yang mengerjakan dosa besar diletakkan di antara dua tempat, dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW hanya dengan ruh saja, dan lain-lain . Kaum Mu’tazilah berpecah menjadi 20 aliran.
4.       Kaum Murjiah, yaitu Kaum yang menfatwakan bahwa membuat maksiat tidak member madharat kalau sudah beriman, sebagai keadaannya membuat kebajikan tidak member manfaat kalau kafir.Kaum ini kemudian pecah menjadi 5 aliran.
5.       Kaum Najariyah, yaitu kaum yang menfatwakan bahwa perbuatan manusia adalah makhluk, yakni dijadikan Tuhan, tetapi mereka berpendapat bahwa sifat Tuhan tidak ada. Kaum Najariyah pecah menjadi 3 aliran.
6.       Kaum Jabariyah, yaitu kaum yang memfatwakan bahwa manusia “majbur”, tidak berdaya apa-apa. Kasab atau usaha tidak ada sama sekali. Kaum ini hanya 1 aliran.
7.       Kaum Musyabihah, yaitu kaum yang memfatwakan bahwa ada keserupaan Tuhan dengan manusia, umpamanya bertangan, berkaki, duduk di kursi, naik tangga, turun tangga dan lain-lainnya. Kaum ini hanya 1 aliran saja.
Jadi Jumlahnya adalah :
 
1.       Kaum Syiah                                                                         22 aliran
2.       Kaum Khawarij                                                                   20 aliran
3.       Kaum Mu’tazilah                                                                 20 aliran
4.       Kaum Murjiah                                                                        5 aliran
5.       Kaum Najariah                                                                      3 aliran
6.       Kaum Jabariah                                                                      1 aliran
7.       Kaum Musyabihah                                                                1 aliran
______________________________________________________
Jumlah                                                                                              72 aliran
 
Kalau ditambah 1 aliran lagi dengan faham kaum Akhlussunnah waljamaah, maka jumlahnya 73 firqah, sebagaimana yang diterangkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam hadis yang diriwayatkan Imam Tirmidzi.
Adapun Kaum Qadariyah termasuk golongan Mu’tazilah, kaum Bahaiyah dan Ahmadiyah masuk golongan kaum Syiah, kaum Ibnu Taimiyah masuk golongan kaum Musyabbihah dan kaum Wahabi termasuk kaum pelaksana dari faham Ibnu Taimiyah.

0 comments:

Post a Comment