Pages

Tuesday, April 23, 2013

Hasud ( Iri Hati/Dengki)




Hasud ialah dengki, iri hati manakala melihat orang lain dalam kenikmatan. Padahal yang demikian ini sungguh sangat merusak amal pahala taat. Walaupun seseorang rajin beramal taat, maka pahalanya akan rusak apabila ia mempunyai sifat hasud, dengki serta iri hati. Ini penyakit hati yang sangat berbahaya bagi kita semua.
Berhati-hatilah ! sebab tidak hanya orang awam saja yang mudah terkena hasud. Namun golongan qurro dan ulama pun ada yang terserang hasud di hatinya. Hasud hanya akan menimbulkan dan mendorong pada perbuatan dosa, tak ada manfaatnya sedikit pun bagi jalan akhirat. Ingatlah sabda Rasulullah saw bahwasanya ada enam golongan manusia masuk neraka, diantaranya ialah :
  1. Orang Arab yang fanatik dengan kesukaannya.
  2. Raja-raja yang dzalim.
  3. Pemimpin yang sombong.
  4. Pedagang yang khianat.
  5. Orang desa karena kebodohannya.
  6. Ulama yang mempunyai hati hasud.
Perhatikanlah, dari enam jenis golongan manusia itu, ada satu yaitu ulama yang masuk neraka karena hatinya hasud. Celakanya, mengapa hasud itu ditempatkan pada ulama. Maka kita bisa berpikir, kalau ulama saja ditimpa hasud, maka betapa orang awam seperti kita ini, tentunya mudah sekali hasud menghinggapi hati. Oleh karenanya, sebisa mungkin kita pelihara hati, kita jaga agar tidak ternoda penyakit hasud.
Jika penyakit hasud sudah menyerang hati, maka akan menggerakkan lima keburukan, yang diantaranya ialah :
1. Merusak Amal Taat
Sesungguhnya hasud itu hanya akan merusak amal taat. Amal taat yang kita lakukan setiap hari akan rusak sama sekali jika di dalam hati menyimpan rasa hasud ini. Nabi saw bersabda berkisar soal hasud : “ tiga perkara yang seseorang tidak dapat selamat darinya yaitu prasangka buruk, hasud, rasa bimbang.” Lalu sahabat bertanya, dengan cara apakah kiranya kami dapat menyelamatkan diri dari tiga perkara itu. Maka Rasulullah menjawab : “ ketika rasa hasud menyelinap di hatimu, jangan kau biarkan berlanjut. Ketika engkau berprasangka buruk kepada seseorang, jangan kau selidiki sampai terbukti. Dan ketika kau bimbang tidak mendapatkan kebaikan, maka berusahalah sehingga tercapai.”
Jika kita merasa didalam hati ada tanda-tanda hasud kepada orang lain, maka jangan dibiarkan. Hendaknya kita lenyapkan. Jangan kita buktikan menjadi kenyataan ( lahiriyah) sebab Allah akan memaafkan selama hasud itu belum diucapkan dan belum dilakukan.
Mengapa hasud merusak pahala kebaikan ? sebab hasud ini bahayanya sangat besar. Jika perasaan hasud dilahirkan, maka tidak hanya dosa terhadap Tuhan , tetapi bencana akan melanda pada orang lain. Timbullah fitnah dan macam-macam keburukan terhadap orang lain yang dihasudkan. Hal inilah yang kemudian dianggap suatu keburukan yang akan merusak amal pahala kebaikan.
Orang yang mempunyai sifat hasud ialah tidak ikhlas jika melihat orang lain dalam kebaikan, kenikmatan dan rejeki yang banyak. Iri hati dan kebencian akan mewarnai hati mereka. Lalu kebencian itu membuatnya memutuskan hubungan persaudaraan, saling memusuhi dan mencurigai tanpa adanya fakta
Nabi saw bersabda : jangan saling membenci, saling menghasud, dan jangan pula menipu (pura-pura menawar barang, untuk menjatuhkan lain) , jadilah hamba Allah yang akur/bersaudara.
Tidak ada kejahatan yang melebihi hasud ini, sebab sebelum hasud mengenai sasarannya, terlebih dahulu ada lima macam bencana yang menimpa penghasut (pendengki) diantaranya :
-          Hatinya selalu kacau.
-          Ditimpa bencana/ cobaan yang tak mendapatkan pahala baginya.
-          Dimurkai Allah , dan
-          Tidak mendapatkan taufiq dari Allah Taala
2. Hasud Pekerjaan Dosa dan Maksiat
Ketahuilah bahwa hasud itu mendorong seseorang untuk berbuat dosa dan maksiat dengan tanpa disadarinya. Orang yang hasud sering kali munafik. Di depan orang (yang didengki) ia bermanis muka, bersikap baik, namun sesungguhnya hatinya benci. Dibelakang orang yang didengki, ia menjelek-jelekkan. Dan jika orang yang didengki itu mendapat cobaan atau penderitaan, betapa bahagianya dan gembira hatinya. Seakan-akan menari-nari diatas bangkai saja.
Rasulullah bersabda : “Hati-hatilah bahwa kenikmatan itu selalu diintai oleh musuhnya.” Sahabat bertanya, “ siapakah musuhnya itu?” jawab Rasulullah, “ musuhnya ialah mereka yang mempunyai hati hasud.”
Oleh sebab itu marilah kita selalu mohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan orang yang hasud, bahaya hasud itu sendiri bagi kita dan lain sebagainya. Meminta perlindungan kepada Allah agar dipelihara dari hasud sama saja dengan meminta kita dilindungi dari perbuatan setan dan tukang sihir.
Orang hasud jika melihat saudaranya kaya, banyak rejeki, maka hatinya bagaikan terbakar api. Kendatipun dirinya sendiri berada dalam kenikmatan, namun ia tak rela kalau ada orang yang sama atau melebihi dirinya dalam masalah harta. Lalu kesana kemari kasak kusuk memfitnah saudaranya itu, ini dan itu segala macam cacian. Lalu timbullah pertengkaran yang akhirnya putus hubungan silaturrahmi itu adalah tindak dosa. Bila hasud ini sampai memuncak terjadilah persaingan yang tak sehat dan tak wajar. Sampai-sampai terjadi baku hantam dan pembunuhan.
Bagi sesama manusia hendaknya kita jalin hubungan yang baik dan saling tolong-menolong. Namun karena salah satunya mempunyai penyakit hasud, jangankan menolong, menyapa saja enggan. Tapi kalau yang didengki itu berada dalam kesusahan, bukan main senangnya hati si pendengki ( orang yang hasud itu )
3. Hasud Membuat Hati Tak Tenang
Sesungguhnya penyakit hasud ini sangatlah merugikan bagi kita. Sebab jika hati sudah terjangkit penyakit hasud maka pikiran tak akan bisa tenang. Setiap waktu bimbang dan gelisah. Manakala ada tetangga mempunyai sesuatu yang baru, hatinya bagaikan terbakar. Jantungnya keras memburu dan kebencian pun timbul di otaknya..
Siang dan malam berusaha bagaimana caranya agar tetangganya itu mengalami kehancuran dan kemelaratan. Jika si penghasud ini miskin, maka hatinya semakin tersiksa, karena ia iri hati tetapi tak bisa menyaingi. Degup jantung terus memburu dan pikiran gelisah jadi tak tenang. Padahal jika ia mau berpikir, buat apa gelisah manakala melihat orang lain dalam kenikmatan. Meskipun ia gelisah dan tak dapat tidur, toh tak akan mempengaruhi orang yang dipikirkan dan didengki. Betapa rugi, usia semakin lama semakin habis, sementara waktu-waktunya dibuat hanya untuk memikirkan keadaan orang lain,mencemburui kekayaan orang lain. Semua hanya menimbulkan kerugian bagi dirinya. Rugi didunia, hatinya tak tenang dan mudah terkena penyakit jasmani.  Rugi akhirat karena ia lupa berdzikir kepada Allah, lupa beramal taat dan telah berbuat dosa karena hasudnya itu. Kata Ibnu sama’ra : Keadaan orang zalim itu sama, masing-masing mempunyai nafas yang berlarut-larut, otak yang kosong dan kesusahan yang tak kunjung selesai.
Orang yang hasud, hatinya tak pernah cerah. Hatinya selalu sedih dan gunda. Pikirannya tak pernah tenang, namun setiap saat keluar masuk rasa cemburu dihatinya atas kenikmatan yang dirasakkan orang lain. Oleh karena itu, maka jaga hati kita jangan sampai terjangkit penyakit hasud. Jika kita menghabiskan waktu untuk cemas karena orang lain merasakan kenikmatan, tentu waktu hidup kita akan terbuang sia-sia. Lebih baik kita gunakan waktu hidup untuk memikirkan hal-hal yang baik, pergunakan sisa waktu hidup kita untuk mengingat Allah dan beramal taat. Syukuri apa yang kita dapat hari ini dan jangan melihat kenikmatan lebih yang dirasakan orang lain. Dengan begitu, waktu hidup kita akan lebih berguna dan pikiran pun akan jadi tenang. Kalau hidup ini mempunyai hati bersih dan pikiran tenang, maka kenikmatan akan dapat kita rasakan. Kebahagiaan akan menjadi milik kita untuk selama-lamanya.
4. Hasud Membuat Hati Buta
Karena terkena penyakit hasud, maka hati seseorang bisa gelap dan buta. Karena hatinya telah buta, maka sulitlah untuk memahami hukum-hukum Allah, bahkan sama sekali tak mampu. Mengapa demikian ? karena hati si penghasud selalu disibukkan dengan pemikiran-pemikiran buruk, tidak tenang, bimbang dan segala kemaksiatan lainnya, sehingga tertutup untuk bisa menerima syariat/ hukum allah. Sofyan Ats Tsauri ra berkata : “Biasakanlah olehmu berdiam ( tidak bicara) tentu engkau akan mempunyai sifat waro ( teliti ). Dan jangan tergila-gila kepada dunia, maka engkau akan terpelihara ; janganlah memperolok-olok orang lain agar engkau selamat dari mulut mereka dan janganlah hasud, agar engkau cepat faham (dalam menerima ilmu)
Butanya hati tidak hanya menimbulkan kedunguan saja, tetapi sampai pada tidak bisa membedakan mana kebaikan dan mana keburukan, mana keuntungan dan mana kerugian, mana kawan dan mana lawan. Ingatlah wahai saudaraku ! tentang akibat kedengkian sehingga Qabil tega membunuh adik kandungnya sendiri. Ulama Hikmah berkata : Hati-hatilah engaku, jangan sampai mempunyai hati dengki (hasud), sebab dosa-dosa yang diperbuat, di langit atau dibumi pada pertama kalinya adalah akibat sifat dengki yang menjangkit dalam hati. Seperti ceritanya setan yang dilaknat Allah karena ia dengki kepada Adam. Seperti cerita Qabil membunuh Habil karena dengki pula.
Dalam Alquran diceritakan kisah dua anak Adam. Satu bernama Qabil dan lainnya bernama Habil. Adam sesungguhnya mempunyai anak banyak. Namun yang banyak disebut-sebut adalah Qabil dan Habil, serta dua anaknya lagi yang perempuan.
Dalam perkawinannya (berkumpul) dengan Hawa, Adam mendapatkan anak. Anak yang lahir pertama kembar demikian seterusnya. Memang setiap hamil dan melahirkan, Hawa selalu beranak kambar laki-laki dan perempuan, anak yang lahir kembar disebutnya satu saudara perempuannya tidak boleh dikawini.
Anak pertama yang lahir ialah Qabil dan Iklima. Lalu beberapa tahun kemudian menyusul kelahiran kedua yaitu Habil dan Liyuda. Ketika mereka sudah menginjak usia dewasa, maka ada perintah dari Allah agar Adam mengawinkan anak-anaknya, namun saudara kembar tak boleh dikawinkan. Berarti Qabil harus kawin dengan Liyuda dan Habil harus kawin dengan Iklima (saudara kembarnya Qabil.
Iklima (saudara kembarnya Qabil) memang sangat cantik wajahnya. Sedangkan Liyuda berwajah buruk. Keitka Qabil hendak dijodohkan dengan Liyuda , ia tak mau menerima karena Liyuda adalah berwajah buruk. Sedangkan ia sangat kecewa kalau saudara kembarnya yang cantik dijodohkan dengan Habil.
Mulailah timbul perasaan iri dan dengki di hati anak Adam ini. Qabil merasa sangat iri jika Iklima yang cantik dijodohkan dengan Habil, sedangkan ia mendapatknan Liyuda (saudara kembar Habil) yang buruk. Rasa iri itu membuat Qabil berhati buta dan bermata gelap. Apalagi ketika keduanya mempersembahkan barang qurbannya di atas bukit. Ternyata qurban Habil yang diterima, sedangkan qurbannya ditolak. Semakin membara kedengkian Qabil terhadap adiknya.
Suatu hari Qabil merencanakan untuk musnahkan Habil dari muka bumi. Namun bagaimana caranya ? Ia masih belum berpengalaman dan tak punya ilmu untuk melenyapkan nyawa seseorang. Lalu datanglah syetan memberi ajaran bagaimana membinasakan orang. Maka suatu ketika Qabil menemui Habil kemudian menggampar kepala adiknya itu dengan batu. Habil akhirnya binasa.
Jadi pembunuhan pertama kali yang terjadi di muka bumi adalah akibat sifat dengki. Qabil dengki kepada Habil, ia iri karena mendapatkan jodoh buruk, sedangkan Habil mendapatkan jodoh cantik. Hendaknya kisah ini dapatlah kita jadikan sebagai pelajaran yang berharga , agar kita menyadari kalau kedengkian , hasud itu sangat berbahaya.
Orang yang hatinya sudah berpenyakit hasud maka hidupnya tak pernah merasakan bahagia. Sementara orang yang kikir, tak punya budi. Ibnu Sirih berkata : “ Aku tak pernah iri kepada seseorang karena harta dunia, jika ia penghuni surga mengapa aku harus iri, padahal ia penghuni surga. Dan aku pun tak akan iri kepada penghuni neraka, karena ia akan masuk neraka.
Ada tiga golongan manusia yang doanya akan terhalang dan ditolak oleh Allah , yaitu orang yang suka makan makanan haram, suka ghibah dan suka mendengki kepada umat Islam .
Dalam sebuah Hadist , diceritakan bahwa Rasulullah pernah memberi nasehat kepada Anas bin Malik ra . Anas bin Malik adalah orang yang semenjak usia delapan tahun menjadi pelayan Nabi saw . pesan Nabi saw ,ialah sebagai berikut : “ Wahai Anas ! Janganlah engkau simpan hasud, dengki kepada sesama muslim baik siang maupun malam hari. Inilah ajaranku , barangsiapa mengikuti ajaranku , berarti cinta kepadaku yang berarti pula ia akan berdampingan denganku di surga.”
Oleh sebab itu, menjaga dan membersihkan hati dari penyakit hasud adalah termasuk sunnah Rasul, barangsiapa yang mengikuti sunnah rasul berarti cinta kepadanya dan kelak di surga akan bertemu dia. Bahkan dalam riwayat lain dijelaskan bahwa Rasulullah saw bersabda yang artinya, “Bukan ummatku , orang yang mendendam dengki , suka adu domba dan berilmu dukun, sebaliknya aku pun bukan golongan mereka.
5. Hasud Menghalangi Kebaikan
Orang yang hatinya dipenuhi penyakit hasud, maka baginya terhalang kebaikan dan kebenaran. Yang ada hanyalah keburukan dan kemaksiatan belaka. Karena tertutup dari kebaikan, sulitlah baginya untuk mendapatkan taufiq. Ia tak akan dapat mencapai apa yang diharapkan, bahkan sangat membantu musuh-musuhnya dan mencelakakan dirinya sendiri.
Hatimul Ashom ra berpendapat : orang yang dengki itu bukan ahli agama dan orang yang suka mencela tidak termasuk golongan yang beribadah , orang yang suka mengadu domba termasuk yang tak dapat dipercaya dan orang yang hasud termasuk golongan orang yang tak perlu ditolong.
Orang yang suka hasud ( pendengki ) sudah mendapat predikat sebagai penantang Allah karena lima perkara :
  1. Orang hasud sangat membenci nikmat Allah yang diberikan kepada orang lain.
  2. Orang yang hasud tidak rela ketentuan Allah dalam pembagian rejeki padanya , hati kecilnya berkata “ Mengapa demikian caramu membagi rejeki .”
  3. Orang hasud diselimuti rasa kikir atas karunia Allah .
  4. Orang hasud secara tak disadari menghina kekasih Allah , karena keinginannya melenyapkan nikmat Allah yang diberikan kepada orang tersebut.
  5. Orang hasud itu balatentaranya iblis , yang selalu siap membantunya.
Adapun akibat perilakunya yang hasud maka orang tersebut akan menerima keburukan-keburukan , di dunia maupun di akhirat , yaitu :
  1. Ia selalu rendah dan terhina di tengah-tengah (pergaulan) dalam masyarakat.
  2. Ia sangat dibenci dan dikutuk oleh para malaikat.
  3. Pikiran selalu kacau dan duka terutama di tempat sunyi (sendirian).
  4. Terasa berat dan menemui kesulitan dalam menhadapi naza’ ( sakaratul maut )
  5. Ketika hari kiamat akan menanggung malu dan siksa yang pedih.
  6. Tempatnya di neraka.
Demikianlah sekedar ulasan tentang penyakit hati berupa hasad atau hasud. Semoga kita semua mendapat hidayah dari Allah dan diberi kekuatan untuk menjaga hati kita agar tidak terjangkit penyakit yang sangat berbahaya tersebut.

3 comments:

Jeanny Muliasari said...

Subhanallah sebuah renungan pembelajaran yg sangat bagus dan sangat sangat bermanfaat.. Terimakasih.
Btw, Izin share bolehkah?

Jeanny Muliasari said...

Subhanallah sebuah renungan pembelajaran yg sangat bagus dan sangat sangat bermanfaat.. Terimakasih.
Btw, Izin share bolehkah?

Novi Puput Cahyani795 said...

terimakasih atas pembelajarannya,semoga selalu dalm lindungan allah dan selalu terhindar dari sifat hasud yg merugikan,terimakasih

Post a Comment