Pages

Wednesday, March 27, 2013

Akhirnya Datang Juga



Walaupun tidak setiap hari memantengi diri di depan televisi, tapi saya yakin di antara kita pasti tahu sebuah acara variety show yang berjudul “Akhirnya Datang Juga” yang ditayangkan di sebuah stasiun televisi swasta. Dalam acara itu, sang bintang tamu (baca: artis) dituntut untuk memainkan sebuah peran yang tidak dia ketahui sebelumnya alur maupun skenarionya. Bahkan dengan dandanan yang sudah dia dapat, belum tentu match dengan apa yang dia pikirkan. Di situlah uniknya acara tersebut sehingga memancing penonton untuk tertawa lepas saat menyaksikannya.
Tapi, pada kesempatan ini saya bukan ingin mempromosikan acara tersebut. Saya mendapatkan ide menulis ini hanya dari judul di atas. Akhirnya Datang Juga.

Ya, akhirnya datang juga…

Sesuatu yang tidak kita kira sebelumnya, pada suatu saat akan datang juga dan tidak dapat kita pungkiri. Oleh karena yang punya skenario hanya Allah, kita tidak pernah tahu “peran” apa yang akan kita mainkan dalam sebuah sandiwara di dunia ini, apa yang harus kita lakukan, “pakaian” apa yang akan kita kenakan untuk memerankan sebuah “tokoh”, kita semua tidak akan pernah tahu, hanya Dia.

Seperti pengaruh dari acara tersebut, penonton akan tertawa lepas menyaksikan tingkah polah para bintang tamu yang ter-“surprise”-kan dengan adegan yang mereka hadapi. Bisa jadi, di dalam sandiwara dunia ini pun, ada orang-orang yang merespon lantaran menyaksikan tingkah polah kita menjalani kehidupan dunia. Tingkah polah kita yang spontan terkadang juga tanpa pikir panjang akan memancing orang-orang di sekitar kita terpengaruh bahkan memancing reaksi yang (mungkin) tidak kita duga. Ada yang tertawa, ada yang sedih, ada yang marah, bertanya-tanya, dan lain-lain.
Akhirnya datang juga…

Takdir Allah, dipungkiri atau tidak, suatu saat akan datang juga. Kita inginkan atau tidak, semua akan terjadi dan tidak ada yang dapat mencegah atau bahkan menangguhkannya. Tapi, ada satu hal yang dapat kita lakukan yakni berdo’a karena do’a yang dilakukan dengan sungguh-sungguh insya Allah dapat menangkal takdir-Nya. Usaha kita yang keras pun terkadang tidak dapat kita harapkan penuh hasilnya, tapi dengan dibarengi do’a yang sungguh-sungguh pula, (mungkin) Allah akan merubah “skenario” (baca: takdir) yang sudah Dia tetapkan. Sekali lagi, semua itu hanya hak prerogatif-Nya Allah, hak istimewa untuk membuat semua aturan di dunia ini hanya Dia yang berhak.





Akhirnya datang juga…

Terakhir, jangan pernah kita mendahului-Nya dalam mewujudkan sesuatu, yakin bahwa diri kita sendiri mampu, padahal itu semua tidak akan pernah terwujud tanpa campur tangan-Nya. Kita pun jangan pernah memaksakan sesuatu kepada Allah karena itu semua sudah diatur dengan sangat rapi oleh-Nya, sudah ada waktu-waktu yang tepat, dan kita tidak pernah tahu apa yang terbaik selain Dia. Walaupun kita menginginkan sesuatu di saat ini, tapi bisa saja saat ini bukan waktu yang baik. Waktu yang baik menurut Allah bisa saja esok hari, minggu depan, bulan depan, tahun depan, atau mungkin tidak akan pernah Allah berikan karena memang hal itu bukan yang terbaik untuk kita.

Wallahu’alam bishowab.

0 comments:

Post a Comment